Jumat, 02 Desember 2011

gambar beton


PONDASI SETEMPAT
- Pondasi setempat direncanakan untuk penghematan bahan dan penghematan jumlah galian, pondasi setempat dipasang dibawah kolom - kolom utama pendukung bangunan.

- Kedalaman; 1,50 M - 4,00 M untuk menahan kolom - kolom portal pendukung utama bangunan, sedang dibawah beton sloof ada pondasi batu kali kedalaman 0,60 M - 0,80 M.

- Ada 2 (dua) cara:

a. Plat beton bertulang

b. Pilar (umpang) pasangan batu kali.

  1. Pondasi Telapak;

image001

  1. Pondasi Setempat;

image002

Pondasi Umpang Pondasi Sumuran Persegi Pondasi Sumuran Bulat

  1. Pondasi Gabungan;

Pondasi plat yang mendukung kolom lebih dari satu.

image003

  1. Pondasi Plat;

Pondasi dengan plat tebal dan perkuatan balok - balok beton kedap air dapat dimanfaatkan sebagai ruang basement dibawah tanah pondasi plat dirangkai menjadi satu dengan dinding beton kedap air sebagai turap penahan tanah disekeliling ruang basement.

Proses kegiatan pembuatan pondasi plat ini mengingat kedalaman tanah cukup dalam ada beberapa teknis pelaksanaan yang harus diperhatikan antara lain;

- Sistem dwatering artinya proses pengeringan air tanah dengan alat bantu kompresor.

- Siklus atau mekanisme pengerukan dan pemindahan tanah dengan dump truck.

- Pengecoran dinding sebagai turap harus mendapatperhatian yang cermat.

Jenis pondasi lainnya yaitu;

  1. Turap atau konstruksi penahan tanah.

image004

  1. Talud, merupakan konstruksi perkuatan tepi atau dinding sungai untuk menjaga longsor yang mungkin terjadi.

image005

Pondasi Dalam;

- Pondasi dalam direncanakan untuk pekerjaan bangunan bertingkat baik bangunan bertingkat rendah atau bangunan bertingkat tinggi.

- Sebelum derencanakan jenis pondasi yang akan digunakan, sebelum dilakukan diawali penyelidikan lahan, atau lokasi dimana nanti akan dibangun, penyelidikan tanah atau siol investigation untuk mendapatkan data susunan tanah atau disebut data sondir, kedalaman pondasi umumnya diatas 6 M dari muka tanah (MT).

  1. Pondasi Tiang Pancang;

- Konstruksinya dapat dari balok kayu, baja atau beton bertulang, setiaptiang ditanam dengan mesin pancang.

- Tiang - tiang setelah dipancang dan diyakini sudah mencapai kepada kedalaman tanah yang keras dan ditest pembebanannya atau disebut loading test.

- Langkah selanjutnya dapat dipotong tiang - tiang pancang yang muncul atau ketinggiannya harus dipotong dan disesuaikan dengan ketinggian peil lantai kurang lebih 0,00 yang diperlukan, disini harus disiapkan stek untuk masuk kepada poer (pile cap) yang akan dipasangkan.

- Posisi poer sebagai titik - titik pancang disiapkan untuk duduknya kolom - kolom struktur dan antar poer ke poer tetapdipasang beton sloof sebagai penguat dan pengikat antar poer ke poer, bentuk poer ada yang segitiga, bulat, segi delapan, dll, dengan ketebalan antara 30- 40 cm.

Gambar tiang Pancang;

image006

image007

Poer segi delapan

  1. Pondasi Sumur Bor (Bored Pile)

- Pondasi susmur bor merupakan jenis pondasi dalam, peruntukan untuk bangunan bertingkat rendah.

- Kegiatannya dengan member tanah lebih dahulu sampai kedalaman rencana, setelah itu diberi cor beton, sepertiga tinggi dari atas, diberi tulangan baja sekeliling lubang untuk ikatan dengan tulangan kolom diatasnya.

- Pada pondasi bor boleh tidak pakai poer, karena dibawah satu kolom hanya dibuat satu tiang bor dengan diameter yang besar, atau diatas diameter 1 M, jadi tulangan kolom dapat dimasukkan langsung kedalam sumur bor dan dicor bersama - sama.

image008

· Gambar - gambar Rencana;

Gambar rencana dibuat menggunakan skala, menempatkan posisi gambar dan penempatan gambar detail harus berdekatan dari gambar denahnya dan untuk lebih baik dan sempurna agar disisipkan gambar perspektifnya.

  1. DENAH (ukuran dan penjelasan harus ditulis lengkap)

Menggambarkan pembagian ruangan - ruangan, letak - letak pintu dan jendela, bentuk dan ukuran lantai ruangan dapat diberi garis atap yang digambar dengan garis titik - titik, skala 1: 100.

  1. TAMPAK (tanpa ukuran dan penjelasan)

Gambar tampak yang harus dibuat adalah tampak muka, tampak samping kiri, tampak samping kanan skala 1: 100

  1. POTONGAN (diberi ukuran dan penjelasan)

Gambar potongan, menggambarkan ruang dalam dan pondasinya digambar dalam 2 (dua) arah, muka -belakang dan samping kiri - kanan.

  1. RENCANA PONDASI (diberi ukuran dan penjelasan)

Menggambarkan tipe dan ukuran pondasi yang dipakai, semua bagian yang ada pondasinya harus digambar lengkap, digambar lebar atas dan lebar dasar dengan diberi garis tembok, skala 1:100

  1. RENCANA ATAP (diberi ukuran dan penjelasan)

Menggambar bentuk atap yang dipakai, garis atap digambar titik - titk, dijelaskan letak kuda - kuda, balok gording, usuk dan juga bahan penutup atapnya, gambar talang dan lobang buangan, garis bubungan, jure luar, jure dalam digambar dengan garis khusus, skala 1:100.

  1. RENCANA PLAFON (diberi ukuran dan penjelasan)

Digambar petak - petak pembagian plafon disetiap ruangan, rangka plafon digambar lengkap dengan balok induk, balok pembagi dan ukuran kayu yang dipakai, skala 1:100.

  1. RENCANA SANITASI (diberi ukuran dan penjelasan)

Gambar letak - letak lobang buangan pada kamar mandi, WC, dapur, bak cuci, tempat buangan lain, arah aliran saluran pembuangan diberi anah panah, letak bak control, septictank, sumur air bersih dan peresapan, jaraknya ditulis jelas, skala 1:100.

  1. GAMBAR DETAIL:

a. Detail Pondasi:

Bentuk potongan melintang dan ukurannya serta letak kedalaman dari pada pondasi yang dipakai.

b. Detail kuda - kuda:

Menggambarkan bentuk kuda - kuda yang dipakai dan penjelasan sambungan - sambungannya, ukuran kayu yang dipakai ditulis jelas dan lengkap, apabila bentuk kuda - kuda yang dipakai lebih dari satu, harus digambar semuanya.

c. Detail Plafon:

Bentuk dan ketinggian plafon, sambungan kau penggantung dan ukurannya ditulis lengkap dan diberi penjelasan.

d. Detail Kozen:

Bentuk kozen pintu dan jendela yang dipakai harus digambar, ukuran kozen dan kayu yang dipakai ditulis lengkap dan jelas.

e. Detail Sanitasi:

Menggambarkan potongan melintang dan tampak atas dari pada bak control, septictank, sumur peresapan, penjelasan pembuangan dari semua alat penerimaan air buangan, semua ukuran dan bahan yang dipakai ditulis lengkap dan jelas.

f. Detail:

Bagian bangunan yang dianggap penting dan khusus.

9. SITUASI:

Gambar situasi menggambarkan bentuk dari tanahnya ukurannya, letak terhadap suatu jalan yang ada, ditulis nama jalannya, denah bangunan diatas tanah diberi warna hitam, pada gambar situasi diberi arah mata angin (arah utara).

GAMBAR KAYU


Fungsi Rangka Baja Ringan
Dewasa ini bahan kayu sudah semakin susah, kayu yang mempunyai kualitas bagus sudah jarang ditemukan. Bahan kayu tergantikan oleh rangka baja ringan dan baja konvensional untuk rangka atap rumah atau gedung. Sedangkan untuk kusen rumah tergantikan oleh alumunium dan PVC.
Rangka baja ringan dewasa ini semakin trend dipakai untuk bahan bangunan. Baja ringan dapat dipakai untuk bangunan antara lain:
•  Rangka atap baja ringan
Pemakaian rangka atap baja ringan untuk rumah sudah banyak dipakai. Di perumahan-perumahan real estate saat ini hampir semuannya memakai baja ringan untuk rangka atap rumah yang mereka bangun. Baja ringan yang dipakai biasanya jenis galvanis atau galvalume/zincalume. Pemakain rangka baja ringan ini mempercepat pekerjaan dan kualitas atap jadi lebih bagus Dan atap tahan terhadap rayap dan masih banyak keunggulan lain dari rangka atap baja ringan.
•  Rangka atap pergola
Pemakaian rangka atap baja ringan untuk pergola mempertimbangkan bahwa dengan memakai baja ringan maka perawatan untuk pengecatan jadi berkurang. Sebab baja ringan tahan karat dan tidak perlu dilakukan pengecatan sehingga biaya mantenen jadi hemat/murah.
i•  Rangka partisi dinding
Dahulu untuk rangka partisi orang cenderung memakai rangka hollo atau kayu akan tetapi material ini mempunyai kelemahan antara lain hollo semakin lama dapat berkarat sedangkan kayu dapat termakan oleh rayap.
•  Struktur dinding.
Baru-baru ini rangka baja ringan juga di pakai untuk struktur bangunan baik itu struktur permanen yang dipakai untuk bangunan dua lantai atau struktur bangunan satu lantai. Pemakaian rangka baja ringan untuk struktur banyak dipakai di Aceh untuk program bantuan bangunan penanggulangan korban sunami. Pembangunan rumah rangka baja ringan ini di aceh dilakukan secara massal. Pertimbangan memakai bahan ini adalah pembangunannya cepat selesai sehingga segera dapat dihuni oleh korban sunami.
Dengan beraneka fungsi tersebut rangka baja ringan semakin dicari oleh masyarakat untuk bahan bangunan menggantikan bahan kayu. Dengan memakai baja ringan maka pencanangan pemerintah tentang Go Greend dapat diwujudkan yaitu illegal logging berkurang dan ditemukannya alternative bahan lain yaitu rangka baja ringan.

AUTOCAD

AutoCAD merupakan sebuah program yang biasa digunakan untuk tujuan tertentu dalam menggambar serta merancang dengan bantuan komputer dalam pembentukan model serta ukuran dua dan tiga dimensi atau lebih dikenali sebagai “Computer-aided drafting and design program” (CAD). Program ini dapat digunakan dalam semua bidang kerja terutama sekali dalam bidang-bidang yang memerlukan keterampilan khusus seperti bidang Mekanikal Engineering, Sipil, Arsitektur, Desain Grafik, dan semua bidang yang berkaitan dengan penggunaan CAD.

Sistem program gambar dapat membantu komputer ini akan memberikan kemudahan dalam penghasilan model yang tepat untuk memenuhi keperluan khusus di samping segala informasi di dalam ukuran yang bisa digunakan dalam bentuk laporan, Penilaian Bahan (BOM), fungsi sederhana dan bentuk numerial dan sebagainya. Dengan bantuan sistem ini dapat menghasilkan sesuatu kerja pada tahap keahlian dan yang tinggi ketepatan di samping menghemat waktu dengan hanya perlu memberi beberapa petunjuk serta cara yang mudah.





pada kesempatan kali ini akan saya akan menulis tentang Desain Rumah Minimalis Type 90. Desain rumah minimalis type 90 ini terdiri dari 2 lantai pada kavling tanah ukuran 6 m x 11 m, dengan lahan yang sangat terbatas, tuntutan untuk mendesain rumah dengan layout yang fungsional sangatlah diperlukan. Adapun ruang yang terbentuk yaitu, ruang yang tercipta di lantai 1 adalah: ruang tamu, ruang keluarga yang digabung dengan ruang makan, ruang tidur utama yang terletak di sebelah kiri. untuk dapur terdapat di sisi kanan bangunan. Untuk garasi kapasitas 2 mobil sedangkan carport untuk 1 buah mobil.
Lantai 2 terdiri atas ruang tidur anak 2 buah, kamar mandi dan balcony. Untuk ruang dibawah atap/genteng (mezzanine) dimanfaatkan untuk storage atau SOHO. Luas ruangan secara keseluruhan adalah 96 m2, dengan waktu pengerjaan 4 bulan kalender.
Denah dan Tampak Depan
Gambar 1 – Denah dan Tampak Depan Bangunan (Klik Pada Gambar Untuk Memperbesar)
Desain fasad bangunan juga masih bisa diaplikasikan walaupun ukuran denah bangunan dirubah menjadi 6 m x 12 m, 6 m x 15 m, 8 m x 12 m, atau 8 m x 15 m. Jika tanah ada berukuran lebih besar, maka bisa ditambahkan taman dibagian tengah atau dibelakang ruang makan. Bisa juga memisahkan antara ruang keluarga dan ruang makan, dan memindahkan posisi dapur kebagian belakang didepan ruang tangga.
Denah/Layout Bangunan
Gambar 2 – Denah/Layout Bangunan (Klik Pada Gambar Untuk Memperbesar)
Tampak Depan
Gambar 3 – Tampak Depan Bangunan (Klik Pada Gambar Untuk Memperbesar)
Perkiraan biaya untuk membangun rumah seperti gambar desain diatas adalah sebesar: 2 juta/m2 dan estimasi biaya produksi total untuk rumah seluas 96 m2 adalah sebesar: 195 juta rupiah. Tentunya perkiraan/taksiran biayanya harus disesuaikan dengan upah pekerja dan harga material dikota anda, dan biaya diatas tidak termasuk harga tanah (hanya harga/biaya produksi rumahnya saja).
Demikian posting artikel kali ini, semoga desain rumah minimalis type 90 seperti pada gambar diatas bermanfaat buat anda. Selamat berakhir pekan dan semoga kebahagiaan selalu menyertai anda dan keluarga.
Tags: ‘Desain R

RAB

ILMU RENCANA ANGGARAN BIAYA

Rencana anggaran biaya bangunan atau sering disingkat RAB adalahperhitungan biaya bangunan berdasarkan gambar bangunan dan spesifikasi pekerjaan konstruksi yang akan di bangun, sehingga dengan adanya RAB dapat dijadikan sebagai acuan pelaksanaan pekerjaan nantinya.
Untuk menghitung RAB diperlukan data – data antara lain:
  • Gambar Rencana Bangunan.
  • Spesifikasi Teknis Pekerjaan yang biasa disebut juga sebagai RKS ( Rencana Kerja dan syarat – syarat )
  • Volume masing – masing pekerjaan yang akan di laksanakan.
  • Daftar harga bahan bangunan dan upah pekerja saat pekerjaan di laksanakan.
  • Analisa BOW atau harga satuan pekerjaan.
  • Metode kerja pelaksanaan.
o.k, selanjutnya kita akan mencoba menghitung suatu rencana anggaran biaya pekerjaan bangunan.
Cara menghitung rencana anggaran biaya bangunan adalah sebagai berikut:
misalkan sebuah pekerjaan plesteran 1 pc : 4 ps tanpa acian pada pasangan bata 2 muka dengan gambar kerja sebagai berikut:
langkah pertama adalah menghitung volume pekerjaan plesteran.
v plesteran= 2 m x 3 m x ( 2 muka ) = 12 m2
berikutnya kita mencari tabel analisa BOW atau analisa harga satuan pekerjaan:
Analisa untuk 1 m2 pekerjaan plesteran 1 pc : 4 ps adalah
.
  • 0.2170 zak semen
  • 0.02830 m3 pasir pasang
  • 0.0125 mandor
  • 0.0200 kepala tukang
  • 0.2000 tukang batu
  • 0.2500 pekerja
selanjutnya kita mencari harga bahan dan upah untuk analisa pekerjaan diatas, contohnya sebagai berikut ( harga disini hanya perkiraan untuk lebih tepatnya bisa di survey di toko ):
  • semen = Rp. 59.000 / zak
  • pasir pasang = Rp. 150.000,00 / m3
  • mandor = Rp. 50.000,00 / hari
  • kepala tukang = Rp. 45.000,00 / hari
  • tukang batu = Rp. 40.000,00 / hari
  • pekerja = Rp. 35.000,00 / hari
langkah berikutnya adalah mengalikan antara analisa harga satuan dan harga bahan/ upah sebagai berikut
  • semen =0.2170 x Rp. 59.000= Rp. 12.803,00
  • pasir pasang =0.02830 x Rp. 150.000,00= Rp. 4.245,00
  • mandor =0.0125 x Rp. 50.000,00= Rp 625,00
  • kepala tukang = 0.0200 x Rp. 45.000,00= Rp. 900,00
  • tukang batu = 0.2000 x Rp. 40.000,00= Rp. 8.000,00
  • pekerja =0.2500 x Rp. 35.000,00= Rp. 8.750,00
  • jadi jumlah harga total 1m2 plesteran adalah Rp.35.323,00
setelah diketahui harga per 1 m2 plesteran adalah Rp.35.323,00 maka langkah terakhir adalah mengalikanya dengan total volume plesteran yang sudah dihitung sebelumnya yaitu 12 m2
Jadi total harga plesteran adalah 12 x 35.323 = Rp.423.876,00 biasanya terus dibulatkan Rp.423.000,00

Jumat, 18 November 2011

SINGKATAN DALAM PENGERJAAN AUTOCAD

 


Line ( L ) GarisMultiline ( Ml ) Garis ganda
Polyline ( Pl ) Garis yang bisa di (ext)
Circle ( C ) Lingkaran
Fillet ( F ) Membuat radius pada sudut
Chamfer ( Cha ) Membuat Sudut pada segi empat
Arc ( A ) Busur
Ellipse ( El ) Membuat ellipse
Rectangle ( Rec ) Membuat segi empat
Polygon ( Pol ) Lingkaran Banyak Sisi
Move ( M ) Memindahkan Objek
Copy ( Cp ) Memperbanyak Objek
Array ( Ar ) Memperbanyak Objek
Divide ( Div ) memperbanyak objek Yang berasal dari perintah Block
Block ( B ) Menyimpan Objek untuk dapat dipanggil kembali / menggabungkan objek-objek yang terpecah
Hatch ( H ) Membuat Arsiran
Mirror ( Mi ) Memperbanyak Objek (efek kaca)
Ellipse (EL) Ellipse
Extrude ( Ext ) Meberi ketebalan pada objek
Erase ( E ) Menghapus
Zoom ( Z ) Mendekatkan Objek
Trim ( Tr ) Memotong Garis Yang Bersingguhan
Explode ( X ) Memecah Objek
Break ( Br ) Memotong objek
Offset ( O ) Menggandakan Objek/Garis
Extend ( Ex ) Menyambung Garis
Pedit ( Pe ) Menggabungkan garis agar bisa di (ext)
Region ( Reg ) Menyatukan Kulit
Viewpoint Presets ( Vp ) Mengatur Sudut Pandang
Rotate ( R ) Memutar Objek
Rotate3D (3D Rotate ) Memutar Objek pada pandangan 3 dimensi
3dFace ( 3F ) Membuat Objek Untuk Menutup dalam 3d
Ucs ( Ucs ) Sudut X, Y, Z
Scale ( Sc ) Membesarkan atau mengecilkan objek
Multiline Text ( Mt ) Membuat tulisan
Dtext ( Dt ) Membuat tulisan
Text ( Text ) Membuat tulisan
Subtract ( Su ) Memisahkan Bagian dalam 3d
Hide ( Hi ) Menyembuyikan garis dalam 3d
Union ( Uni ) Mengabungkan Objek Yg saling bersentuhan dalam 3d
Dview ( Dv ) Melihat Objek yang sudah jadi
Render ( Rr ) Memberikan kulit pada objek yang sudah jadi pada 3d
Distance ( Di ) Mengukur objek
Calculator ( Cal ) Fungsi kalkulator
Revolve ( Rev ) membuat lingkaran pada objek tanpa perintah circle
New File ( Ctrl + N ) Untuk membuka lembar baru pada Auto Cad
Open File (Ctrl + O)
F3 Mematikan atau menghidupkan Osnap
Stretch ( S ) Untuk Mengecilkan objek. Saratnya Klik tahan dari kanan bawah objek ke kiri atas Objek.
Mirrtext ( I ) Untuk meduplikaatkan objek tanpa harus membuat tulisan terbalik. syaratnya masukan angka ( 0 ) enter.
Mview ( Mv ) membuat tampilan di layar layout
Facetres Meningkatkan kehalusan solid 3D (paling tinggi 10)
Spline ( Spl )
Render Material ( Rmat ) Memberikan kulit pada objek dengan material tertentu yang diinginkan
Dimension Style Manager ( D ) Mengatur Dimensi
Objek Groping ( G ) Menjadikan kesatuan objek-objek yang terpisah
Offset (O) Menggandakan Objek / mengkopi objek secara akurat
View ( View )
Auto Cad Text Window ( F2 ) Untuk menampilkan history command
Slice ( Sl ) Membelah objek 3 D
Txtexp Membuat text agar bisa di jadikan 3 dimensi / Extrude
Intersect ( In ) Perpotongan Objek 3 Dimensi Sectionplane Membuat Potongan pada 3D
Edgesurf Membuat bendera (Sebelumnya tambahkan perintah 3dpoly)
Surftab1 Untuk merubah banyaknya garis pada bendera
Surftab2 Untuk merubah banyaknya garis pada bendera
Flatshot Untuk membuat gambar 3 dimensi menjadi 2 dimensi Isometric
Solprof Untuk membuat gambar 3 dimensi menjadi 2 dimensi Isometric
%%u Untuk tulisan garis bawah (underline) pada perintah TEXT
%%p Untuk simbol ±
%%d Untuk simbol °C
Solid Untuk memadatkan objek 2 dimensi
DDEDIT (ED) Untuk mengedit teks pada dimensi
\P Untuk membuat tulisan ada diatas dan di bawah
List Untuk mengukur panjang objek pada 2D dan 3D
Audit : untuk memperbaiki gambar secara automatis
overkill : untuk menghapus line yang saling bertumpuk
F ENTER R : untuk memasukan radius pada sudut
Purge : Untuk memperbaiki gambar
Massprop : Untuk mengetahui volume ruangan pada gambar 3 dimensi
Sweep : Untuk merevolf mengikuti part
OVERKILL ENTER 3D : Untuk menghapus objek 3 dimensi yang bertumpuk
Slice 2d : sl enter klik benda yang akan di slice, klik garis bantu klik ente
List : untuk mengetahui luas objek
Flatten : mengubah 3D menjadi 2D
Tcircle : membuat lingkaran di sekeliling teks
Tilemode : pindah ke layout mode
Solprof : merubah 3D menjadi 2D (untuk melihatnya masuk ke layer manager sembunyikan semua kecuali layer PH atau PV)
Layoff : menyembunyikan layer yang terseleksi
Layon : menempakkan semua layer

Jumat, 07 Oktober 2011

kolom

pondasi. Bila diumpamakan, kolom itu seperti rangka tubuh manusia yang memastikan sebuah bangunan berdiri. Kolom termasuk struktur utama untuk meneruskan berat bangunan dan beban lain seperti beban hidup (manusia dan barang-barang), serta beban hembusan angin. Kolom berfungsi sangat penting, agar bangunan tidak mudah roboh.

Column function is as a successor of forces of the entire building into the foundation. When compared, columns are like human skeleton that ensure a building to stand. Columns are including the main structure to carry the heavy burden of building and others like life load (humans and goods), and wind loads. Columns are very having important function, so that the building does not easily collapse.

Beban sebuah bangunan dimulai dari atap. Beban atap akan meneruskan beban yang diterimanya ke kolom. Seluruh beban yang diterima kolom didistribusikan ke permukaan tanah di bawahnya. Kesimpulannya, sebuah bangunan akan aman dari kerusakan bila besar  dan jenis pondasinya sesuai dengan perhitungan. Namun, kondisi tanah pun harus benar-benar sudah mampu menerima beban dari pondasi. Kolom menerima beban dan meneruskannya ke pondasi, karena itu pondasinya juga harus kuat, terutama untuk konstruksi rumah bertingkat, harus diperiksa kedalaman tanah kerasnya agar bila tanah ambles atau terjadi gempa tidak mudah roboh.

Gambar: gambaran struktur kolom menggunakan beton bertulang. Pada dasarnya merupakan rangka yang menopang beban seluruh bangunan.

Struktur dalam kolom dibuat dari besi dan beton. Keduanya merupakan gabungan antara material yang tahan tarikan dan tekanan. Besi adalah material yang tahan tarikan, sedangkan beton adalah material yang tahan tekanan. Gabungan kedua material ini dalam struktur beton memungkinkan kolom atau bagian struktural lain seperti sloof dan balok bisa menahan gaya tekan dan gaya tarik pada bangunan.

Letak kolom dalam konstruksi
Kolom portal harus dibuat terus menerus dan lantai bawah sampai lantai atas, artinya letak kolom-kolom portal tidak boleh digeser pada tiap lantai, karena hal ini akan menghilangkan sifat kekakuan dari struktur rangka portalnya. Jadi harus dihindarkan denah kolom portal yang tidak sama untuk tiap-tiap lapis lantai. Ukuran kolom makin ke atas boleh makin kecil, sesuai dengan beban bangunan yang didukungnya makin ke atas juga makin kecil. Perubahan dimensi kolom harus dilakukan pada lapis lantai, agar pada suatu lajur kolom mempunyai kekakuan yang sama.

Ilustrasi letak kolom-kolom dalam gambar kerja arsitektural rumah dua lantai (berwarna kuning)
Tulangan kolom dibuat berkait dengan sloof tulangan ini memiliki besi utama (yang tegak) dan besi begel (yang kotak-kotak untuk mengikat besi utama. Jarak antar begel/ sengkang berkisar antara 10 hingga 20 cm.

Gambar tulangan kolom, sedang dikerjakan bersama pembuatan dinding.
Pekerjaan kolom yang sudah jadi. 
Load of a building starting from the roof. Load of the roof will continue to burden the receiving column. All Received load is distributed to the column beneath the ground surface. In conclusion, a building will be safe from damage when size and types of foundations are in accordance with the calculation of load distribution. However, soil conditions must really be able to accept the burden of the foundation. Column load will be forwarded to the foundation, that is why it must also be a strong foundation, especially for construction of multi storey house, the soil depth should be checked to the hard ground so that when an earthquake happens it will not easily collapse.

Picture: picture of the structure using reinforced concrete columns. Basically a framework that sustains the burden of the whole building.

Structure in columns are made of steel and concrete. Both are a combination of materials that resist the pull and pressure forces. Iron is a pull-resistant material, while the concrete is pressure-resistant material. Combination of these two materials in concrete structure allows columns or other structural parts such as beams or sloof can handle pressure and hold the load of the building.

Location of the columns in the construction

Portal Columns should be made continuously from the lower floor to upper floor, which means that the location of the portal columns should not be shifted on each floor, as this will eliminate the stiffness properties of the portal framework structure. So in the plan, it must be avoided that the column is not at the same portal location to every layer of the floor. The size of the column can be getting smaller, according to the load they support, too. Change of column dimension must be done on the floor layers, so that in a column row has the same stiffness.


Hubungan kolom dengan pondasi dinding
berat atap diterima secara merata oleh ring balok dan beban disalurkan ke pondasi melalui media kolom. Selain menerima limpahan beban dari kolom, pondasi juga menahan berat dinding yang ada diatasnya sehingga secara keseluruhan menahan beban bangunan.

Gambar sketsa hubungan kolom dan sloof (tidak terskala)
sketsa oleh Probo Hindarto

Prinsip penerusan gaya pada kolom pondasi
Balok portal merangkai kolom-kolom menjadi satu kesatuan. Balok menerima seluruh beban dari plat lantai dan meneruskan ke kolom-kolom pendukung. Hubungan balok dan kolom adalah jepit-jepit, yaitu suatu sistem dukungan yang dapat menahan momen, gaya vertikal dan gaya horisontal. Untuk menambah kekakuan balok, di bagian  pangkal pada pertemuan dengan kolom, boleh  ditambah tebalnya.

Baca lebih lengkap: astudioarchitect.com: Kolom dalam konstruksi rumah tinggal sederhana http://astudioarchitect.com/2009/03/kolom-dalam-konstruksi-rumah-tinggal.html#ixzz1a6iRCZpB

pondasi

pondasiArtikel ini adalah artikel pertama seputar konstruksi sederhana untuk rumah tinggal satu dan dua lantai. Artikel ini dimulai dari struktur sederhana pondasi yang biasa dipakai di rumah-rumah tinggal di Indonesia. Sistem struktur yang digunakan adalah pondasi batu kali dan beton.
Kegunaan pondasi sebagai struktur di bawah permukaan tanah berperan penting dalam menopang suatu bangunan agar meneruskan gaya dan segala arah ke tanah. Pondasi menjaga kestabilan bangunan terhadap berat bangunan itu sendiri dan gaya luar seperti angin, gempa, dan lain-lain. Pondasi juga memperkuat bangunan dari kerusakan merata karena penurunan tanah setempat dibawah pondasi lainnya.
Halaman ini memuat proses pembangunan salah satu rumah tinggal yang pernah kami kerjakan di hilmy jaya dan didokumentasikan dengan cukup lengkap untuk pengetahuan Anda.
Pondasi merupakan tumpuan dari keseluruhan berat bangunan beserta isinya, dimana keseluruhan beban ini akan disalurkan ke tanah di bawahnya. Jika tanah dan pondasinya kuat menahan semua beban bangunan, bangunan akan aman. Jika tidak kuat, maka pondasi dan dinding bisa patah.
Jenis pondasi dalam gambar ini adalah jenis pondasi batu kali yang biasa dipakai sebagai konstruksi pondasi untuk dinding bata. Dibawah ini adalah gambar detail potongan  pondasi. Pada kenyataanya, pondasi berbentuk lajur dan menopang dinding maupun kolom.
pondasiGambar: potongan pondasi batu kali tepi (kiri), dan potongan pondasi batu kali dinding tengah (kanan)

Gambar: Potongan gambar pondasi pada gambar kerja: terlihat disini pondasi footplat (beton) dengan garis putus-putus.
Konstruksi pondasi tersebut digunakan bila rumah dua lantai. Bila satu lantai saja, cukup menggunakan pondasi batu kali. Konstruksi footplat harus dihitung melalui perhitungan beban dan di lapangan dibuat setelah kedalaman tanah keras diukur.
pondasi
direksi keet; ruangan kecil tempat menyimpan alat-alat dan memampang gambar kerja di site pembangunan
proses mengukur pondasi
pondasi
proses pondasi yang dilanjutkan dengan persiapan bekisting kolom
pondasi pondasi

gambar foto detail pembangunan pondasi
pondasi pondasi pondasi
Gambar pembuatan sloof diatas pondasi

Setiap klien adalah unik, dan kadang dalam proses sebuah karya hadir dibutuhkan waktu agar proses desain menjadi maksimal. Proses konsultasi biasanya berulang-ulang hingga desain mencapai taraf tertinggi dari segi kenyamanan, kesehatan bangunan dan sebagainya.
 pondasi